PRESS RELEASE KUNJUNGAN TOKOH DAN KOMUNITAS TER 2020

Nama : Sulistia Watiningrum

Kelompok : 06

Prodi/angkatan : Pendidikan Ekonomi Koperasi 2019

 

Hari Sabtu, 11 Juli 2020 telah dilaksanakan kunjungan tokoh dan komunitas kepada Bapak Robert Anang Tinosaputro melalui google meet. Seluruh peserta adalah kelompok 6,7, dan 8. Mulai join google meet pada pukul 13.00 WIB sambil menunggu peserta lainnya adanya perkenalan masing-masing peserta. Setelah semua sudah selesai memperkenalkan diri, acara akan segera dimulai pada pukul 13.18 WIB oleh mc sekaligus moderator pada materi kali ini oleh kak Dany Firdaus. Acara sudah dimulai, pembacaan CV oleh moderator dan dilanjut pemberian materi oleh pak Robert mengenai pendidikan di Indonesia saat ini. Dimana pendidikan secara konvensional berubah secara total menjadi daring atau bisa kita sebut secara online, sebagai salah satu cara untuk mencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Menurut beliau, ancaman disrupsi itu nyata bukan hanya sebuah cerita dan kini dipercepat oleh adanya pandemi COVID-19. Satu persatu industri masuk ke radar disrupsi, tidak hanya bidang pendidikan tapi ada yang lainnya seperti pariwisata, keuangan, kuliner, kesehatan, properti, dan lain sebagainya. Pendidikan dalam kondisi seperti ini harus adanya perubahan kurikulum sebagai tuntutan industri kurikulum entrepreneurship. Disrupsi tidak dianggap remeh karena didorong oleh pandemi COVID-19. Hakikat pendidikan sebagai kepentingan industrilisasi. Akhir dari pendidikan bukanlah sebagai alat mencari makan, mencari kekuasaan, menampilkan ketenaran, dan lainnya. Pendidikan saat ini bukan memperburuk pendidikan kita, tapi justru membuka dan mengekspos borok pendidikan kita selama ini. Adanya tiga macam mekanisme dari pendidikan bonsai yaitu standarisasi, kompetisi, dan korporatisasi. Dalam pendidikan bonsai sendiri memunculkan instanisasi, dehumanisasi, dan dekadensi. Hal ini yang menjadi faktor utama dari pendidikan bonsai yang tidak hanya mengkritik, tetapi menyarankan pendidikan sampai akarnya. Terdapat empat syarat pendidikan organik. Pertama, harus mengembangkan dan mendewasakan anak didik secara multidimensi dan holistik. Kedua, harus terkait dengan lingkungan komunitas dan masyarakatnya. Ketiga, harus mengembangkan potensi anak didik melalui sinergi antar anak dengan pengajar, pendidik, orangtua, dan masyarakat di lingkungannya. Keempat, pendidikan harus dilakukan secara personal untuk setiap individu karena masing-masing mereka memiliki bakat, minat, potensi, dan keunikan dari masing-masing. Selesai sudah pemaparan materi dari pak Robert, dilanjut dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan diakhiri sesi foto untuk dokumentasi hingga pukul 14.45 WIB acara sudah ditutup oleh mc.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRESS RELEASE OPENING TER