PRESS RELEASE OPENING TER
Nama : Sulistia Watiningrum
Kelompok : 06
Prodi/angkatan : Pendidikan Ekonomi
Koperasi 2019
Hari minggu, 5 Juli 2020 telah dilaksanakan Opening TER 2020 (Training for Education Reformers) melalui via zoom. Acara dimulai pada pukul 13.20 WIB yang dibuka oleh mc yaitu kak Ahmad Faturohman dari Fakultas Teknik angkatan 2017 divisi PSDM dan kak Dimas Panji dari Fakultas Teknik angkatan 2017 divisi Media. Setelah itu pembacaan tilawah oleh kak Ilham Maulana. Selanjutnya ada beberapa sambutan dari ketua pelaksana TER 2020 yaitu kak Ahmad Tohir dan Ketua BEM UNJ yaitu kak Remy Hastian. Sebelum materi dimulai ada pesan kesan dari beberapa peserta tentang pembelajaran jarak jauh yang telah berjalan selama pandemi covid-19. Waktu menunjukkan pukul 13.48 WIB materi akan dimulai, tapi sebelum itu moderator (Ahmad Faturohman) membacakan cv pemateri terlebih dahulu. Pematerinya adalah kak Miqdad Ramadhan, beliau adalah Kapten Eduwa Garda 7 dan Ketua BEM UNJ tahun 2017. Materi yang disampaikan tentang Peran Literasi Saat Pandemi COVID-19. Literasi adalah nafas, kenapa begitu karena literasi adalah suatu kebutuhan pada diri kita dalam kemampuan menulis dan membaca untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini juga sudah ada di Al-Qur'an, surah pertama turun yaitu surah Al-Alaq (ayat 1-5) pada ayat pertama berbunyi “Iqra` bismi rabbikallażī khalaq” yang artinya Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, hal ini memang dianjurkan untuk membaca, dengan membaca membuka jendela dunia karena dari membaca kita dapat memiliki pengetahuan lebih banyak dan bisa menjadi bekal dalam menghadapi zaman yang terus berkembang. Selain itu menurut pemateri, bahwa literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Dengan membaca kita akan menemukan diri kita sebenarnya. Hari yang luar biasa dan yang paling bahagia adalah ketika seseorang menemukan tujuan hidupnya di dunia. Lalu, beliau menceritakan sedikit tentang isi buku Orang-Orang Biasa oleh Andrea Hirata dan Ayahku Bukan Pembohong oleh Tere Liye. Orang yang banyak ilmu akan semakin banyak diam dan akan semakin merasa bodoh, karena mereka menganggap masih kurang akan ilmu pengetahuan yang tanpa batas ini dan banyak ilmu yang belum diketahui. Tetaplah merasa lapar dan merasa bodoh, dalam hal ini masih belum banyak ilmu yang kita punya karena kita akan selalu membutuhkan akan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Setelah kak Miqdad Ramadhan memberikan materi, sesi selanjutnya yaitu tanya jawab dan sharing terkait literasi. Beberapa peserta ada yang bertanya dan menambahkan jawaban, sampai pukul 15.09 WIB. Sebelum acara ditutup oleh mc ada sesi foto terlebih dahulu oleh tim hpd dan sosialisasi penugasan individu maupun kelompok oleh kak Yuri Suryarismawan. Terakhir, pada pukul 15.35 WIB acara telah selesai.
Komentar
Posting Komentar